JADWAL SIDANG & PENGUMUMAN ISBAT NIKAH :
Rabu, 24 Januari 2018 : WAHYU SETIAWAN Bin MUH. HIDAYAT (P), INTAN WIDYASARI Binti UJANG WIJAYA (T) : Cerai Talak // Kamis, 24 Mei 2018: ABDUL RAHMAN Bin ABDUL KARIM  (P), NURMI Binti H. DAHLAN (T); Cerai Talak Ghaib // Senin, 19 FEBRUARI 2018: YAHNA Binti HATMIN HEGE (P), HENDRA Bin ISNAM (T) : Cerai Gugat Ghoib// Kamis, 26 April 2018: ABDUL RAHMAN Bin ABDUL KARIM (P), NURMI Binti H. DAHLAN (T) ; Cerai Talak // Kamis, 19 JULI 2018: Rusli Bin Jeparang (P) Linda Lestari Binti Jumakir (T) ;Cerai Talak Ghoib // Rabu, 11 JULI 2018: SYAMAELE Alias SYAM ABDUL RAHMAN Bin ABDUL RAHMAN (P), YULIA WAHYUNI Binti EDDY SUDARTO (T); Cerai TALAK // Kamis,01 Maret 2018: MULIA  Binti AHMAD (P), ADHAR SUPARDI Bin SUPARDI (T) : Cerai GUGAT // Rabu, 30 Mei 2018: SYAMAELE Bin ABDUL RAHMAN (P), YULIA WAHYUNI Binti EDDY SUDARTO (T) : Cerai Talak //

MEMPERINAGTI HARI KEBANGKITAN NASIONAL YANG KE 110 PENGADILAN AGAMA LABUAN BAJO MENYELENGGARAKAN UPACARA APEL DI DEPAN KANTOR PENGADILAN AGAMA LABUAN BAJO Thn. 2018

AddThis Social Bookmark Button

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional Pengadilan Agama Labuan Bajo menyelenggarakan Upacara Apel di depan Kantor Pengadilan Agama Labuan Bajo. Pada pagi hari tanggal 21 Mei 2018 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1439 H.  kami segenap pegawai atau karyawan dan karyawati Pengadilan Agama Labuan Bajo melaksanakan Upacara Apel di depan Kantor Pengadilan Agama Labuan Bajo dengan lancar dan khidmat. Dengan Tema Upacara yang diusung adalah “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital” .

Kondisi bangsa dan Negara sekarang dihadapkan dengan masalah-masalah nasional seperti bom bunuh diri atau terorisme yang mengatas namakan Agama, mati syahid dan jihad. Mereka yang dianggap mempunyai faham radikal, ekstrim yang sudah didoktrin atau dicuci otak oleh oknum tertentu ini kita perlu waspada dan mawas diri agar tidak terjadi pada diri kita, keluarga dan tetangga kita. Tindakan terror atau terorisme kelompok yang tidak bertanggung jawab sangat tidak dibenarkan oleh agama manapun didunia ini maka perlu menjadi perhatian bersama karena kejadian seperti ini dapat mengganggu keamanan, kerukunan, dan stabilitas politik nasioanal yang dapat memicu ketidak harmonisan antar umat beragama di Indonesia dan dapat memecah belah Negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad yang lalu, kita nyaris tak punya apa-apa. Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama: kemerdekaan bangsa.

Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang mahakuat menghadang di depan. Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan utama kemerdekaan.

Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Presiden Pertama dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno, pada peringatan Hari kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatakan bahwa: “ Pada hari itu kita mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu ‘idee’, satu naluri pokok daripada bangsa Indonesia. Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa. Cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik, cara berjuang dengan tenaga persatuan.”

Kalau sekarang bangsa ini punya hamper segala yang dibutuhkan, seharusnya kita terinspirasi bahwa dengan kondisi embrio bangsa seabad lalu yang berada dalam rundungan kepapaan pun, kita telah mampu menghasilkan energy yang dahsyat untuk membawa kepada kejayaan. Apalagi kini, ketika kita jauh lebih siap, tak berkekurangan dalam sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Oleh sebab itu tema “PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DALAM ERA DIGITAL” dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018, ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia.

Bung  Karno juga menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat?

Gambaran tersebut aktual sekali pada masa sekarang ini. Kita merasakan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan sapu lidi kita. Kita disuguhi hasutan-hasutan yang membuat kita bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan tersebut.

Padahal inilah masa yang sangat menentukan bagi kita. Inilah era yang menuntut kita untuk tidak buang-buang energy untuk bertikai dan lebih focus pada pendidikan dan pengembangan manusia Indonesia.

Menurut perhitungan para ahli, sekitar dua tahun lagi kita akan memasuki sebuah era keemasan  dalam konsep kependudukan, yaitu bonus demografi. Bonus demografi menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi disbanding penduduk usia non-produktif. Menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, rentang masa ini akan berpuncak nanti pada tahun 2028 sampai 2031, yang berarti tinggal 10-13 tahun lagi. Pada saat itu nanti, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen.

“Generasi bonus demografi” yang kebetulan juga berisikan dengan “generasi millennial” kita tersebut, pada saat yang sama, juga terpapar oleh massifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama. Ia akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan langka ekonomi berbasis digital dunia.

Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi, dengan keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa. Seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul berdua, menjaga dunia yang serbadigital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke 110. Mari maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita masing-masing, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang.

Subscribe via RSS or Email:

 

Radius dan Panjar Biaya

Besarnya panjar biaya perkara dalam wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Labuan Bajo ditentukan berdasarkan komponen-komponen antara lain; biaya pendaftaran, biaya panggilan/pemberitahuan para pihak dan biaya proses yang terdiri dari biaya materai, biaya redaksi dan biaya ATK perkara. Biaya panggilan para pihak... Read more

Lokasi Kami

Lokasi Kami
Firefox

Website ini akan sempurna jika dibuka menggunakan browser Mozilla Firefox

Telpon

(0385) 2443235, Fax. (0385) 2443235