JADWAL SIDANG & PENGUMUMAN ISBAT NIKAH :
Rabu, 24 Januari 2018 : WAHYU SETIAWAN Bin MUH. HIDAYAT (P), INTAN WIDYASARI Binti UJANG WIJAYA (T) : Cerai Talak // Selasa, 28 Februari 2017: MULYATI Binti AKILI (P), JUSRIADI Bin ABDUL HALIM (T) : Cerai Gugat // Kamis, 08 Februari 2018: SITI LASRI Binti HUSEN HASRA  (P), LATIP KAMARUDIN Bin ABDUL MAJID (T); Cerai Talak Ghaib // Senin, 19 FEBRUARI 2018: YAHNA Binti HATMIN HEGE (P), HENDRA Bin ISNAM (T) : Cerai Gugat Ghoib// Kamis, 26 April 2018: ABDUL RAHMAN Bin ABDUL KARIM (P), NURMI Binti H. DAHLAN (T) ; Cerai Talak // Kamis, 01 FEBRUARI 2018: Pardi Ferdiyanto Bin Ponimin (P) Fitriani Binti Ali Usman (T) ;Cerai Talak Ghoib // Rabu,28 FEBRUARI 2018: SUKMAWATI Binti ABDUL KADIA (P), HASNUN Bin M. TAYEB (T); Cerai GUGAT  // Selasa,21 November 2017: SURYANI TATI Binti AHMAD IDIN (P), RIO HERMAWAN Bin ARIFIN (T);Cerai Gugat // Kamis,01 Maret 2018: MULIA  Binti AHMAD (P), ADHAR SUPARDI Bin SUPARDI (T) : Cerai GUGAT // Rabu, 30 Mei 2018: SYAMAELE Bin ABDUL RAHMAN (P), YULIA WAHYUNI Binti EDDY SUDARTO (T) : Cerai Talak //

MEMPERINAGTI HARI SUMPAH PEMUDA KE 89 PENGADILAN AGAMA LABUAN BAJO MENYELENGGARAKAN UPACARA APEL DI DEPAN KANTOR PENGADILAN AGAMA LABUAN BAJO Thn. 2017

AddThis Social Bookmark Button

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 89 Pengadilan Agama Labuan Bajo menyelenggarakan Upacara Apel di depan Kantor Pengadilan Agama Labuan Bajo. Pada pagi hari tanggal 30 Oktober 2017 kami segenap pegawai atau karyawan dan karyawati Pengadilan Agama Labuan Bajo melaksanakan Upacara Apel di depan Kantor Pengadilan Agama Labuan Bajo dengan lancar dan khidmat. Dengan Tema Upacara yang diusung adalah “Pemuda  Indonesia Berani Bersatu” .

Kita tentu patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya. Bandingkan dengan era sekarang. Hari ini, sarana transportasi umum sangat mudah. Untuk menjangkau ujung timur dan barat Indonesia hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja. Untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda dipelosok-pelosok negeri ini, cukup dengan menggunakan alat komunikasi,  tidak perlu menunggu datangnya tukang pos hingga berbulan-bulan lamanya. Interaksi social dapat dilakukan 24 jam, kapanpun dan di manapun.

Namun, anehnya  justru dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki hari ini, kita justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali memvonis orang, mudah sekali berpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian. Seolah-olah kita ini dipisahkan oleh jarak yang tak terjangkau, atau berada diruang isolasi yang tidak terjamah, atau terhalang oleh tembok raksasa  yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus oleh  siapapun. Padahal, dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang kita miliki hari ini, seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahim dan berinteraksi social. Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik.

Dalam sebuah kesempatan, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan : “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir.”

Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi generasi muda Indonesia. Api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita. Ego ini yang kadang kala mengemuka dan menggerogoti persaudaraan kita sesame anak bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa Persatuan  Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan.

Mari kita kukuhkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928 dan juga kepada Bung Karno, karena masih harus berkutat di soal-soal ini. Sudah saatnya kita melangkah ke tujuan lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Suasana upacara apel itu kami merasakan sangat gembira dan penuh kekeluargaan sehingga setelah selesai upacara apel canda dan tawa mewarnai pagi yang indah itu. Di hari yang sangat bersejarah ini kita dianjurkan menjaga keutuhan NKRI dan semangat Sumpah Pemuda yang tetap terpatrit di sanubari kita.

 “Dengan semboyang Pemuda  Indonesia Berani Bersatu”;

Subscribe via RSS or Email:

 

Radius dan Panjar Biaya

Besarnya panjar biaya perkara dalam wilayah yurisdiksi Pengadilan Agama Labuan Bajo ditentukan berdasarkan komponen-komponen antara lain; biaya pendaftaran, biaya panggilan/pemberitahuan para pihak dan biaya proses yang terdiri dari biaya materai, biaya redaksi dan biaya ATK perkara. Biaya panggilan para pihak... Read more

Lokasi Kami

Lokasi Kami
Firefox

Website ini akan sempurna jika dibuka menggunakan browser Mozilla Firefox

Telpon

(0385) 2443235, Fax. (0385) 2443235